Menjalankan toko online memang seringnya menjadi pilihan bisnis yang mudah, cepat, dan tak memerlukan modal besar. Toko online kerap kali dijalankan baik itu sebagai bisnis rumahan maupun usaha sampingan. Cara pembukuan toko online ini pun seringnya sangat sederhana. Ada banyak sekali variasi dan jenis toko online yang bisa dijalankan. Mulai dari yang berjenis dropshipper, reseller, hingga yang langsung membeli sendiri barang yang hendak dijual belikan. Dari segi pemasarannya pun, toko online ini memiliki ragam yang berbeda-beda. Ada yang berfokus hanya pada media sosial, keuangan online shop nusafinmelalui market place, hingga menggunakan website pribadi.

Bagi Anda yang sebelumnya tidak melakukan pembukuan untuk toko online yang sedang dijalankan, atau malah baru saja hendak memulai bisnis online shop. Di bawah ini kami memberikan cara pembukuan toko online yang paling sederhana dan juga mudah. Melalui cara di bawah ini, pembukuan dan pengelolaan keuangan untuk toko online tak akan memusingkan seperti yang banyak dipercayai. Berikut ini cara yang bisa Anda jalankan.

Manfaatkan Teknologi

Di jaman dulu, melakukan pembukuan memang menggunakan sebuah buku. Ya, benar-benar buku dalam artian sebenarnya. Anda harus menulis berapa banyak pemasukan, penjualan, dan juga pengeluaran atau kredit hari tersebut. Merepotkan dan pastinya membuang banyak sekali waktu. Bisa-bisa, Anda tak berfokus pada kemajuan toko online namun hanya pada pembukuan saja.

Untuk menghindari hal ini, Anda sebaiknya memanfaatkan sebaik-baiknya teknologi yang ada. Tinggalkan buku untuk menuliskan semua pemasukan dan pengeluaran. Sebaliknya, manfaatkan sistem pencatatan dan dokumen digital untuk melakukan hal tersebut. Cara ini memang terdengar sama repotnya dengan menggunakan buku. Padahal tidak. Pasalnya, Anda bisa mengatur untuk pengisian data otomatis.

Dengan memanfaatkan teknologi pula, pekerjaan pembukuan ini akan berlangsung lebih cepat. Misalnya untuk menghitung, hingga pemindahan data yang bisa berlangsung otomatis. Data yang masuk pun bisa diproses dengan cara yang lebih cepat pula. Jauh lebih baik dari pada menggunakan buku untuk mencatat pembukuan tentu saja.

Catatan Penjualan

Pada toko online, penjualan merupakan sebuah hal yang sangat penting. Untuk itu, Anda harus memastikan memiliki catatan penjualan. Catatan penjualan ini harus dipastikan sedetail dan selengkap mungkin. Catatan penjualan berisi nama konsumen hingga jenis item, nominal, dan juga nilai transaksi. Anda sebaiknya membuat catatan penjualan setiap kali terjadi penjualan. Di mana ada uang masuk ke dalam kas.

Nantinya, catatan penjualan ini tak bekerja sendiri. Catatan penjualan akan berhubungan langsung dengan buku besar kas serta stok barang yang dijual belikan. Nilai transaksi akan masuk sebagai debit pada kas. Sedangkan barang yang terjual akan dikurangi dari stok. Setelah itu, bila Anda harus membayar kepada supplier sejumlah barang tersebut maka akan ada catatan kredit tersendiri.

Hal terakhir ini juga penting karena beberapa toko online menggunakan sistem dropshipper dan reseller. Sehingga akan ada nominal tertentu yang harus dibayarkan pada supplier. Jadi pastikan, Anda tidak ketinggalan satu transaksi pun di dalam catatan.

Buku besar

Jangan menggunakan banyak catatan untuk penjualan. Gunakan satu buku neraca besar yang mencangkup mulai dari catatan kas yang terdiri dari debit dan kredit, catatan penjualan, inventori, stok, hingga pembayaran. Dari buku besar ini pula, Anda akan mendapatkan informasi selengkap-lengkapnya untuk semua data yang dibutuhkan. Termasuk juga untung dan rugi.

Buku besar yang digunakan untuk toko online sebaiknya diperiksa setiap awal atau akhir bulan. Pemeriksaan ini mencocokkan debit dengan pemasukan dari catatan penjualan. Serta tentunya dari rekening koran akun bank milik toko online. Setelah itu mencocokkan stok dengan catatan penjualan pula. Baru kemudian berapa yang harus Anda bayarkan pada supplier, berdasarkan dari penjualan.

Setelah itu berikutnya baru Anda bisa melihat berapa keuntungan dan kerugian yang dialami oleh toko online. Tentunya, dari semua data yang dimiliki di buku besar di atas.

Bila Anda secara rutin menjalankan sistem di atas, rasanya pengelolaan pembukuan toko online tak akan sesulit yang dibayangkan.

Untuk cara pembukuan toko online lainnya yang lebih mudah lagi, bisa dengan menggunakan software keuangan khusus. Saat ini sudah ada software keuangan seperti Nusafin yang membuat pengelolaan pembukuan lebih mudah dari sebelumnya. Bahkan lebih mudah dari uraian yang kami ungkapkan di atas.

Pada software keuangan Nusafin, Anda akan ditunjukkan Dashboard yang berisi grafik performa toko keuangan. Sehingga Anda semakin mudah ketika melakukan pemeriksaan  kondisi keuangan toko online. Selain itu terdapat pemberitahuan hingga penagihan piutang otomatis, sekaligus juga pembuatan fraktur penagihan. Bahkan dengan software keuangan ini juga terdapat verifikasi pembayaran otomatis yang memudahkan Anda.

Jadi, pengelolaan pembukuan toko online benar-benar tak sesulit yang dibayangkan, bukan?