Di era digital seperti saat ini, menjalankan bisnis kecil hingga menengah memang mudah. Ada banyak sekali pilihan jenis bisnis baru yang bisa dijalankan secara online. Jenis bisnis online seperti ini, seringnya tak membutuhkan modal yang besar onlineshop nusafindan bisa dijalankan di mana saja. Bahkan tidak mungkin menjadi bisnis rumahan serta usaha sampingan untuk pekerja kantoran, misalnya. Meskipun dikatakan sebagai sebuah bisnis rumahan, baik itu dalam skala besar maupun kecil, pembukuan online shop tetap menjadi satu hal yang sangat penting.

Pengelolaan pembukuan online shop memiliki peranan yang sangat besar untuk sukses dan tidaknya usaha tersebut. Pasalnya, pembukuan ini sendiri berkaitan erat dengan untung rugi yang menjadi fokus dari sebuah usaha.

Untuk itu, di bawah ini kami memberikan beberapa taktik cerdas untuk mengelola keuangan online shop dengan lebih baik.

 

Pisahkan Antara Rekening Usaha dan Rekening Pribadi

Taktik pertama dalam pengelolaan pembukuan usaha online, ialah dengan membuat rekening bank terpisah. Di sini maksudnya, Anda membuat rekening khusus yang nantinya ditujukan untuk transaksi usaha online ini. Rekening tersebut tentunya berbeda dengan akun pribadi yang Anda miliki.

Ada alasan tersendiri mengapa membuat rekening khusus untuk usaha ini sangat penting. Tak hanya demi memisahkan pemasukan dan pengeluaran untuk bisnis dengan transaksi pribadi. Namun juga untuk memudahkan pembukuan Anda.

Setiap bulannya, pihak Bank akan merilis rincian transaksi sebuah akun dalam bentuk rekening koran. Dari rekening koran ini, Anda bisa melihat jumlah pemasukan dan juga pengeluaran selama kurun waktu satu bulan untuk keperluan usaha. Tentunya, terdapat jumlah kredit dan debit pula. Anda bisa mencocokan laporan rekening koran dari Bank tersebut dengan neraca debit kredit yang Anda miliki.

Catatan Neraca

Banyak pengusaha online yang menjalankan usaha mereka hanya sekadarnya saja. Ini berarti, mereka tak memiliki laporan dan catatan neraca untuk usaha yang dijalankan. Hal tersebut, sekali lagi, masih berhubungan dengan bisnis online yang dianggap sebagai usaha kecil dan sekedar sampingan. Padahal nyatanya, usaha kecil ini bisa memberikan keuntungan yang cukup besar.

Nah untuk memastikan Anda tetap tau berapa banyak keuntungan dan kerugian bisnis online yang dijalankan, catatan neraca wajib dibuat. Bagi online shop misalnya, catatan neraca bisa berisi debit pemasukan dari keuntungan penjualan. Serta berapa banyak uang yang dikirimkan untuk pembelian itu sendiri. Catatan neraca ini berbeda dengan laporan penjualan untuk usaha online shop ya!

Daftar Inventori

Taktik pengelolaan keuangan online shop lain yang penting, namun juga sayangnya sering diabaikan, adalah daftar inventori. Daftar inventori ini penting karena Anda memiliki beberapa barang yang digunakan untuk mendukung usaha. Seperti misalnya, laptop, komputer, telepon genggam, dan lain-lain. Mengetahui daftar inventori, Anda memiliki bayangan kapan sekiranya inventori tersebut harus diganti. Ini berarti, akan ada uang kas khusus yang masuk untuk penggantian inventori tersebut dikemudian hari.

Tak adanya daftar inventori yang membuat nantinya Anda kebingungan bila terjadi kerusakan pada laptop atau smartphone dan membutuhkan pergantian.

Rekonsiliasi Bulanan

Hal lain yang juga sama pentingnya untuk pengelolaan pembukuan online shop ini, adalah rekonsiliasi bulanan. Rekonsiliasi bulanan dilakukan setiap awal atau akhir bulan. Pada saat rekonsiliasi, Anda memastikan saldo akhir di bulan tersebut sama antara kenyataan pada rekening bank dengan laporan neraca serta rekening koran. Ketidak samaan saldo akhir ini sebaiknya segera ditelusuri dan ditidak lanjuti.

Dari rekonsiliasi di akhir bulan, Anda memiliki catatan untuk modal awal di bulan tersebut. Nantinya pada akhir bulan berikutnya pun, modal awal ini harus tercatat di rekonsiliasi selanjutnya.

Sistem pengelolaan keuangan untuk online shop memang sifatnya berlanjut dan saling berkaitan satu sama lain. Jadi sebaiknya, Anda tidak memotong sistem tersebut pada satu bulan atau ditengah-tengah.

Catatan Tagihan dan Hutang

Dalam menjalankan usaha, bukan tidak mungkin Anda akan memiliki hutang modal. Di mana hutang tersebut harus Anda bayar dalam jangka waktu tertentu. Untuk pengelolaan keuangan sendiri, Anda sebaiknya memiliki catatan hutang. Bila perlu, lengkap dengan persentase bunga yang dibebankan. Catatan hutang ini juga berguna untuk memastikan Anda tak akan terlewat dari tanggal pembayaran yang seharusnya.

Hal yang sama juga untuk tagihan. Bila online shop yang Anda jalankan memiliki pilihan untuk kredit atau pembayaran berjangka, maka sebaiknya memiliki catatan tagihan. Mulai dari nominal, tanggal jatuh tempo, hingga kepada siapa tagihan tersebut ditujukan.

Pengelolaan pembukuan online shop yang kami jabarkan di atas memang terdengar cukup rumit. Namun Anda bisa melakukannya dengan lebih mudah berkat adanya software Nusafin. Nusafin merupakan software keuangan terbaik yang ada saat ini untuk pengelolaan pembukuan usaha kecil menengah. Termasuk juga untuk online shop.